Tampilkan postingan dengan label Fisika Kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fisika Kelas X. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juli 2018

Angka Penting


Aturan Angka Penting:
1. Semua angka bukam nol adalah angka penting.
2. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting.
3. Angka nol di sebalah kanan angka bukan nol termasuk angka penting. Kecuali diberi tanda garis bawah pada angka yang diragukan.
4.  Angka nol yang terletak di sebalah kiri angka bukan nol, baik yang terletak di sebelah kiri maupun disebelah kanan koma desimal bukan angka penting.
5. Jika angka yang diberi garis bawah merupakan angka taksiran atau angka yang diragukan, angka ini merupakan angka penting.

Ø    Aturan Angka Penting untuk operasi penjumlahan atau pengurangan:
Hasil operasi penjumlahanatau pengurangan itu hanya boleh mengandung satu angka taksiran.

Ø    Aturan Angka Penting untuk operasi perkalian atau pembagian:
Hasil perkalian atau pembagian hanya boleh mengadung sesuai jumlah angka penting yang paling sedikit.

Ø    Aturan Angka Penting untuk penarikan akar:
Hasil dari penarikan akar disesuaikan dengan jumlah angka penting yang terkandung pada bilangan yang ditarik akarnya.

Kesalahan Pengukuran

Saat melakukan pengukuran mengunakan alat, tidaklah mungkin Anda mendapatkan nilai yang pasti benar (xo), melainkan selalu terdapat ketidakpastian. Apakah penyebab ketidakpastian pada hasil pengukuran?
Secara umum penyebab ketidakpastian hasil pengukuran ada tiga, yaitu kesalahan umum, kesalahan sistematik, dan kesalahan acak.
1. Kesalahan Umum
Kesalahan umum adalah kesalahan yang disebabkan keterbatasan pada pengamat saat melakukan pengukuran. Kesalahan ini dapat disebabkan karena kesalahan membaca skala kecil, dan kekurangterampilan dalam menyusun dan memakai alat, terutama untuk alat yang melibatkan banyak komponen.
2. Kesalahan Sistematik
Kesalahan sistematik merupakan kesalahan yang disebabkan oleh alat yang digunakan dan atau lingkungan di sekitar alat yang memengaruhi kinerja alat. Misalnya, kesalahan kalibrasi, kesalahan titik nol, kesalahan komponen alat atau kerusakan alat, kesalahan paralaks, perubahan suhu, dan kelembaban.
a. Kesalahan Kalibrasi
Kesalahan kalibrasi terjadi karena pemberian nilai skala pada saat pembuatan atau kalibrasi (standarisasi) tidak tepat. Hal ini mengakibatkan pembacaan hasil pengukuran menjadi lebih besar atau lebih kecil dari nilai sebenarnya. Kesalahan ini dapat diatasi dengan mengkalibrasi ulang alat menggunakan alat yang telah terstandarisasi.
b. Kesalahan Titik Nol
Kesalahan titik nol terjadi karena titik nol skala pada alat yang digunakan tidak tepat berhimpit dengan jarum penunjuk atau jarum penunjuk yang tidak bisa kembali tepat pada skala nol. Akibatnya, hasil pengukuran dapat mengalami penambahan atau pengurangan sesuai dengan selisih dari skala
nol semestinya. Kesalahan titik nol dapat diatasi dengan melakukan koreksi pada penulisan hasil pengukuran
c. Kesalahan Komponen Alat
Kerusakan pada alat jelas sangat berpengaruh pada pembacaan alat ukur. Misalnya, pada neraca pegas. Jika pegas yang digunakan sudah lama dan aus, maka akan berpengaruh pada pengurangan konstanta pegas. Hal ini menjadikan jarum atau skala penunjuk tidak tepat pada angka nol yang membuat skala berikutnya bergeser.
d. Kesalahan Paralaks
Kesalahan paralaks terjadi bila ada jarak antara jarum penunjuk dengan garis-garis skala dan posisi mata pengamat tidak tegak lurus dengan jarum.
3. Kesalahan Acak
Kesalahan acak adalah kesalahaan yang terjadi karena adanya fluktuasifluktuasi halus pada saat melakukan pengukuran. Kesalahan ini dapat disebabkan karena adanya gerak brown molekul udara, fluktuasi tegangan
listrik, landasan bergetar, bising, dan radiasi.
a. Gerak Brown Molekul Udara
Molekul udara seperti Anda ketahui keadaannya selalu bergerak secara tidak teratur atau rambang. Gerak ini dapat mengalami fluktuasi yang sangat cepat dan menyebabkan jarum penunjuk yang sangat halus seperti pada mikrogalvanometer terganggu karena tumbukan dengan molekul udara.
b. Fluktuasi Tegangan Listrik
Tegangan listrik PLN atau sumber tegangan lain seperti aki dan baterai selalu mengalami perubahan kecil yang tidak teratur dan cepat sehingga menghasilkan data pengukuran besaran listrik yang tidak konsisten.
c. Landasan yang Bergetar
Getaran pada landasan tempat alat berada dapat berakibat pembacaan skala yang berbeda, terutama alat yang sensitif terhadap gerak. Alat seperti seismograf butuh tempat yang stabil dan tidak bergetar. Jika landasannya bergetar, maka akan berpengaruh pada penunjukkan skala pada saat terjadi gempa bumi.
d. Bising
Bising merupakan gangguan yang selalu Anda jumpai pada alat elektronik. Gangguan ini dapat berupa fluktuasi yang cepat pada tegangan akibat dari komponen alat bersuhu.
e. Radiasi Latar Belakang
Radiasi gelombang elektromagnetik dari kosmos (luar angkasa) dapat mengganggu pembacaan dan menganggu operasional alat. Misalnya, ponsel tidak boleh digunakan di SPBU dan pesawat karena bisa mengganggu alat ukur dalam SPBU atau pesawat. Gangguan ini dikarenakan gelombang elektromagnetik pada telepon seluler dapat mengasilkan gelombang radiasi yang mengacaukan alat ukur pada SPBU atau pesawat.
Adanya banyak faktor yang menyebabkan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam suatu pengukuran, menjadikan Anda tidak mungkin mendapatkan hasil pengukuran yang tepat benar. Oleh karena itu, Anda harus menuliskan ketidakpastiannya setiap kali melaporkan hasil dari suatu pengukuran. Untuk menyatakan hasil ketidakpastian suatu pengukuran dapat menggunakan cara penulisan x = (xo ± ∆x), dengan x merupakan nilai pendekatan hasil pengukuran terhadap nilai benar, xo merupakan nilai hasil pengukuran, dan ∆x merupakan ketidakpastiannya (angka taksiran ketidakpastian).

Pengukuran


PENGUKURAN
Mengukur didefinisikan sebagai pembanding sesuatu yang diukur dengan sesuatu yanglain sejenis yang ditetapkan sebagai satuan. Setiap pengukuran selalu terjadi ketidakpastian pengukuran. Hasil  pengukuran suatu besaran fisis dilaporkan dalam bentuk:
x = x0 ­+ ∆x
x     : Hasil pengukuran fisis yang dilaporkan
x0    : Hasil pembacaan alat ukur
∆x : Ketidakpastian pengukuran = ½ x skala terkecil.

A. Cara Menegukur Menggunakan Mistar
Caranya: 
1.    Tempelkan penggaris atau mistar pada benda yang akan diukur panjangnya. Titik nol pada penggaris harus tepat dengan ujung awal dari panjang benda yang diukur.
2.    Nilai ukur benda ditunjukkan oleh garis pada skala penggaris atau mistar yang bertepatan dengan ujung akhir panjang benda.

B. Cara mengukur menggunakan jangka sorong adalah sebagai beriku ini :
1. perhatikan gambar jangka sorong di bawah ini!
2. Setelah kita mengendorkan sekrup penjepit dan geser rahang geser ke kanan
3. Jika kita ingin mengukur panjang maka diletakkan benda di antara rahang tetap dan rahang bawah
4. menutup kembali rahang geser sehingga benda yang diukur tidak bergerak, namun jangan sampai tertekan karena akan mempengaruhi hasil pengukuran.
mengecangkan skrup penjepit
5. Membaca skala utama dan skala nonius seperti gambar di bawah ini.
B. Cara mengukur menggunakan Micrometer sekrup.
1. Perhatikan gambar mikrometer skrup di bawah ini!
2. Putar sekrup pemutar atau silinder bergerigi.
3. Pasang benda di antara rahang putar dan rahang tetap
4. kencangkan kembali silinder begerigi samapi benda yang diukur tidak bergerak, jangan terlalu kencang agar tidak mempengaruhi pengukuran
5. membaca skala utama dan skala putar seperti di bawah ini.

C. Cara Menggunakan Neraca
Cara Kerja : Bacalah Skala yang ditunjukkan oleh anting (pemberat) pada masing-masing lengan neraca. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan :
Hasil = Pembacaan skala pada lengan tengah + Pembacaan skala pada lengan
Belakang + Pembacaan skala pada lengan depan.


Perangkat Pembelajaran Fisika X Kurikulum 2013

Segala jenis perangkat pembelajaran fisika di bawah masih perlu perbaikan. Tujuan saya membagikan hanya untuk dijadikan bahan belajar bersama. Perangkat ini mungkin akan sangat berbeda dengan jumlah jam pelajaran dan durasi jam pelajaran karena perangkat ini digunakan di pesantren. Yang pasti perangkat ini tetap sesuai dengan materi dari silabus nasional :)

Silabus Nasional Fisika kelas X Kurikulum 2013 hasil revisi 2016

Semeseter 1
1. Kalender Pendidikan
2. Jadwal tatap muka
3. Rincian Minggu Efektif
4. Program Tahunan
5. Program Semester
6. Analisis SK KD
7. Analisis KKM
8. Silabus kelas x semester 1
9. RPP


Semeseter 2

Soal Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah


1. Tuliskan hakikat–hakikat ilmu fisika!
2. Jelaskan ruang lingkup fisika dan kaitannya dengan ilmu lain!
3. Jelaskan langkah-langkah  metode ilmiah di laboratorium!
4. Tuliskan 3 hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan  percobaan di Laboratorium!
5. Jelaskan 4 prinsip keselamatan kerja di laboratorium!
6. Tentukan banyaknya angka pentng pada bilangan berikut:
a. 2143 g
b. 30,032 g
c. 62,001 g
d. 0,0062 kg
e. 35.000 m
7. Hitunglah dan nyatakan dalam angka penting.
a. 235,36 g + 3,12 g
b. 45,638 m -3,2 m
c. 4,5 m x 6,28 m
d. 667,8 m : 2,4 m
e.  (5,01 m)2
f.√169

8.  Sebuah papan berbentuk balok dengan ukuran panjang 120 cm , lebar 24 dan tinggi 12 cm. Tentukan luas permukaan papan tersebut dengan menggunakan aturan angka penting!
6. Tentukan hasil pengukuran dari bacaan alat ukur berikut:


Soal Fisika Kelas X Kurikulum 2013


2. Pengukuran
3. Vektor
4. Gerak lurus
5. Gerak parabola
6. Gerak melingkar
7. Hukum Newton
8. Hukum Newton tentang gravitasi
9. Usaha (kerja) dan energi
10. Momentum dan Impuls
11. Getaran Harmonis


Materi Kelas X Kurikulum 2013


1. Hakikat Fisika dan Prosedur Ilmiah:
·    Hakikat Fisika dan perlunya mempelajari Fisika
·    Ruang lingkup Fisika
·    Metode dan Prosedur ilmiah
·    Keselamatan kerja di laboratorium
2. Pengukuran:
·  Ketelitian (akurasi) dan ketepatan (presisi)
3. Vektor:
·   Penjumlahan vektor
·   Perpindahan vektor
·   Kecepatan vektor
·   Percepatan vektor
·   Gaya sebagai vektor
4. Gerak lurus:
·     Gerak lurus dengan kecepatan konstan (tetap)
·     Gerak lurus dengan percepatan konstan (tetap)
5. Gerak parabola:
·     Gerak Parabola
·     Pemanfaatan Gerak Parabola dalam Kehidupan Sehari-hari
6. Gerak melingkar:
·     Gerak melingkar dengan laju konstan (tetap)
·     Frekuensi dan Periode
·     Kecepatan sudut
·     Kecepatan linier
·     Gaya sentripetal
7. Hukum Newton:
·     Hukum Newton tentang gerak
·     Penerapan Hukum Newton dalam kejadian sehari-hari
8. Hukum Newton tentang gravitasi:
·     Gaya gravitasi antar partikel
·     Kuat medan gravitasi dan percepatan gravitasi
·     Hukum Keppler
9. Usaha (kerja) dan energi:
·     Energi kinetik dan energi potensial (gravitasi dan pegas)
·     Konsep usaha (kerja)
·     Hubungan usaha (kerja) dan energi kinetik
·     Hubungan usaha (kerja) dengan energi potensial
·     Hukum kekekalan energi mekanik
10. Momentum dan Impuls:
·  Momentum,
·  Impuls,
·  Tumbukan lenting sempurna, lenting sebagian, dan tidak lenting
11. Getaran Harmonis:
·    Karakteristik getaran harmonis (simpangan, kecepatan, percepatan, dan gaya pemulih, hukum kekekalan energi mekanik) pada ayunan bandul dan getaran pegas
·    Persamaan simpangan, kecepatan, dan percepatan


Selasa, 25 Maret 2014

Mikroskop


Mikroskop


→ Menggunakan 2 lensa cembung (+) yaitu lensa (+) pada objektif dan lensa (+) pada okuler.
Keterangan:
fok = Jarak fokus lensa okuler (m atau cm)
fob = Jarak fokus lensa objektif (m atau cm)
sok = Jarak benda dari lensa okuler (m atau cm)
sob = Jarak benda dari lensa objektif (m atau cm)
s’ok = Jarak bayangan dari lensa okuler (m atau cm)
s’ob = Jarak bayangan dari lensa objektif (m atau cm)
d = jarak antara 2 lensa atau panjang mikroskop (m atau cm)
sn = jarak titik dekat mata (m atau cm)
* Jika sn tidak diketahui berarti mata normal sn = 25 cm.
Mtot = Perbesaran total atau perbesaran mikroskop
Mob = Perbesaran lensa objektif
Mtot = Perbesaran lensa okuler
 
→Sifat bayangan: Diperbesar, maya dan terbalik.
Rumus:





  

d = s’ob + sok



* Mata berakomodasi maksimun (s’ok = -sn)



* Mata tidak berakomodasi (s’ok = ~, sok = fok)


Semoga bermanfaat, Amin ya Rab! Mohon Masukan yah :)